Die Lipase des Darmsaftes und ihre Charakteristik
In: Hoppe-Seyler´s Zeitschrift für physiologische Chemie, Band 50, Heft 4-5, S. 394-413
228 Ergebnisse
Sortierung:
In: Hoppe-Seyler´s Zeitschrift für physiologische Chemie, Band 50, Heft 4-5, S. 394-413
In: Hoppe-Seyler´s Zeitschrift für physiologische Chemie, Band 223, Heft 1-2, S. 36-42
In: Hoppe-Seyler´s Zeitschrift für physiologische Chemie, Band 42, Heft 1-2, S. 149-154
In: Hoppe-Seyler´s Zeitschrift für physiologische Chemie, Band 253, Heft 3-4, S. 105-122
In: Hoppe-Seyler´s Zeitschrift für physiologische Chemie, Band 209, Heft 1-2, S. 49-58
In: Hoppe-Seyler´s Zeitschrift für physiologische Chemie, Band 219, Heft 1-2, S. 1-21
In: Hoppe-Seyler´s Zeitschrift für physiologische Chemie, Band 137, Heft 1-2, S. 1-13
Novozym 435 (N435) is a commercially available immobilized lipase produced by Novozymes. It is based on immobilization via interfacial activation of lipase B from Candida antarctica on a resin, Lewatit VP OC 1600. This resin is a macroporous support formed by poly(methyl methacrylate) crosslinked with divinylbenzene. N435 is perhaps the most widely used commercial biocatalyst in both academy and industry. Here, we review some of the success stories of N435 (in chemistry, energy and lipid manipulation), but we focus on some of the problems that the use of this biocatalyst may generate. Some of these problems are just based on the mechanism of immobilization (interfacial activation) that may facilitate enzyme desorption under certain conditions. Other problems are specific to the support: mechanical fragility, moderate hydrophilicity that permits the accumulation of hydrophilic compounds (e.g., water or glycerin) and the most critical one, support dissolution in some organic media. Finally, some solutions (N435 coating with silicone, enzyme physical or chemical crosslinking, and use of alternative supports) are proposed. However, the N435 history, even with these problems, may continue in the coming future due to its very good properties if some simpler alternative biocatalysts are not developed. ; We gratefully recognize the financial support from MINECO from the Spanish Government (project number CTQ2017-86170-R, Colciencias, Ministerio de Educación Nacional, Ministerio de Industria, Comercio y Turismo e ICETEX, Convocatoria Ecosistema Científico – Colombia Científica. Fondo Francisco José de Caldas, Contrato RC-FP44842-212-2018 and Colciencias (Colombia) (project number FP44842-076-2016), Generalitat Valenciana (PROMETEO/2018/076), FAPERGS (project number 17/2551-0000939-8), CONICET (R. Argentina), FUNCAP (project number BP3-0139-00005.01.00/18) and ANPCyT (PICT 2015-0932 and PICT CABBIO 4687).
BASE
In: Hoppe-Seyler´s Zeitschrift für physiologische Chemie, Band 222, Heft 1-2, S. 11-15
Lipase memiliki manfaat penting di bidang industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kapang lipolitik yang mampu tumbuh dan menghasilkan aktivitas lipase tinggi pada limbah ampas kelapa menggunakan metode solid state fermentation. Isolat kapang uji dipurifikasi kemudian dilakukan skrining dan seleksi kapang lipolitik dan dilanjutkan dengan produksi lipase menggunakan substrat ampas kelapa yang sebelumnya diukur kandungan biokimia. Hasil menunjukkan bahwa 8 isolat kapang lipolitik mampu tumbuh baik pada substrat ampas kelapa yang ditunjukkan dengan adanya sporulasi dan perubahan pH medium selama reaksi. Diantara kapang lipolitik tersebut, isolat kapang KLC-333 diketahui menghasilkan aktivitas hidrolisis lipase terbesar yaitu 13,33 U/ml dan volume produksi 46 ml. Biosintesis dan peningkatan produksi lipase dipengaruhi oleh kandungan nutrien di dalam substrat ampas kelapa.
BASE
In: Hoppe-Seyler´s Zeitschrift für physiologische Chemie, Band 208, Heft 1-3, S. 33-42
In: Hoppe-Seyler´s Zeitschrift für physiologische Chemie, Band 140, Heft 3-4, S. 203-222
Endophytic fungi are microbes that live in plant tissues. This research aimed to select endophytic fungi isolates that have lipolytic function for lipase production using coconut dregs medium. Twenty endophytic fungi isolates were selected to obtain lipolytic fungi. Three potential lipolytic fungi were used to ferment coconut dregs (with and without the addition of minerals) as an internal medium to produce lipase. The highest lipase was precipitated using ammonium sulfate at 80% saturation while TLC was carried out on the filtrate. Six endophytic fungi isolates were showed to have lipolytic activtiy (i.e. producing clear zones) during screening. Three isolates with highest clear zones were HL.104F.467, JB.79F.374, and R.6F.18; with lipase activity 128.39 μmol/mL, 123.83 mol/mL and 55.46 μmol/mL respectively. Crude lipase precipitation from isolate R.6F.18 showed 2.3 times greater activity while the others were not significantly different. TLC results indicated presence of galactose in crude enzymes (JB.79F.374 and R.6F.18) and compound or sugar outside standard.Keywords: coconut dreg, endophytic mold, lipase, TLC.ABSTRAKKapang endofit merupakan mikroba yang hidup di dalam jaringan tanaman. Kapang jenis ini terus digali pemanfaatannya untuk berbagai keperluan. Tujuan penelitian ini adalah menyeleksi kapang endofit yang bersifat lipolitik untuk digunakan dalam memproduksi enzim lipase pada medium ampas kelapa. Dua puluh isolat kapang endofit diseleksi pada medium selektif (media PDA yang mengandung 0,1% bromocresolgreen dan Tween 80) untuk mendapatkan kapang lipolitik. Selanjutnya, tiga isolat kapang lipolitik potensial hasil seleksi digunakan untuk memfermentasi ampas kelapa sehingga menghasilkan enzim lipase. Tahap fermentasi ini menggunakan dua perlakuan, yakni dengan penambahan mineral dan tanpa penambahan mineral. Enzim lipase tertinggi yang diperoleh selanjutnya diendapkan menggunakan ammonium sulfat pada 80% saturasi. TLC dilakukan terhadap filtrat (crude enzyme) untuk mengetahui jenis gula yang dihasilkan. Hasil penapisan menunjukkan bahwa dari dua puluh isolat terdapat enam isolat kapang endofit yang bersifat lipolitik (membentuk zona bening). Tiga isolat memberikan zona bening yang cukup luas (HL.104F.467; JB.79F.374 ; R.6F.18); dengan aktivitas lipase tertinggi masing-masing adalah 128,39 μmol/mL, 123,83 mol/mL dan 55,46 μmol/mL (lama inkubasi 96 jam). Pengendapan crude enzyme lipase dari isolat R.6F.18 menghasikan aktivitas 2,3 kali lebih besar, sedangkan dua isolat lainnya tidak berbeda nyata. Hasil TLC menunjukkan adanya galaktosa dalam crude enzyme (JB.79F.374 dan R.6F.18) dan senyawa atau gula lain diluar standar.Kata kunci: ampas kelapa, kapang endofit, lipase, TLC
BASE
In: ACTA BIOPHYSICA SINICA, Band 28, Heft 7, S. 583
In: Semina. Ciências Exatas e Tecnológicas, Band 32, Heft 2, S. 213-234
ISSN: 1679-0375